Yordania mengklaim menembak jatuh 18 dari 20 rudal balistik Iran yang menyerang pangkalan militer AS di Al-Azraq. Serangan ini merupakan bagian dari operasi balasan IRGC atas penghancuran kapal tanker Iran oleh Washington.
Yordania mengklaim menembak jatuh 18 dari 20 rudal balistik Iran yang menyerang pangkalan militer AS di Al-Azraq. Serangan ini merupakan bagian dari operasi balasan IRGC atas penghancuran kapal tanker Iran oleh Washington.
Militer Yordania mengklaim berhasil menembak jatuh 18 dari 20 rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran pada Rabu (9/9). Sistem pertahanan udara Yordania disebut mampu mencegat dan menghancurkan rudal-rudal tersebut, sementara dua rudal lainnya jatuh di daerah tak berpenghuni.
Serangan rudal Iran ini menargetkan pangkalan milik Amerika Serikat di Al-Azraq, Yordania timur. Militer Yordania menegaskan bahwa rudal-rudal tersebut sengaja diarahkan ke kerajaan sekutu AS itu sebagai bagian dari operasi balasan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atas penghancuran kapal tanker Iran oleh pasukan Washington. Peristiwa ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Iran dan AS di kawasan Timur Tengah, dengan Yordania yang ikut terdampak karena menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Keberhasilan pencegat rudal Yordania menunjukkan kesiagaan sistem pertahanan udara negara tersebut dalam menghadapi ancaman rudal balistik.