Latihan militer gabungan AS dan Filipina, Balikatan, dimulai di Laut China Selatan dengan lebih dari 16.000 personel, di tengah ketegangan sengketa maritim dengan China.
Latihan militer gabungan AS dan Filipina, Balikatan, dimulai di Laut China Selatan dengan lebih dari 16.000 personel, di tengah ketegangan sengketa maritim dengan China.
AS dan Filipina secara resmi memulai fase utama latihan militer gabungan tahunan Balikatan di perairan Laut China Selatan pada Senin (16/9). Latihan ini melibatkan lebih dari 16.000 personel dari kedua negara, dengan fokus pada operasi maritim dan pertahanan pulau.
Manuver yang digelar mencakup latihan tembak artileri kapal, operasi pendaratan amfibi, serta simulasi merebut kembali wilayah yang dikuasai musuh. Latihan militer ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Filipina dan China terkait sengketa klaim maritim di kawasan Laut China Selatan.
Balikatan merupakan agenda rutin tahunan yang memperkuat aliansi pertahanan AS-Filipina. Kehadiran AS melalui latihan ini menunjukkan komitmen keamanan regional di tengah dinamika geopolitik yang memanas di kawasan tersebut.