Minggu, 20 September 2026
Portal Berita

Trump Ancang Pembalasan Keras Usai Serangan Iran

Trump Ancang Pembalasan Keras Usai Serangan Iran

Presiden AS Donald Trump mengancam pembalasan militer keras terhadap Iran setelah serangan IRGC pada 31 Agustus 2026 yang menargetkan pangkalan AS di Yordania dan UEA. Eskalasi ini memperluas konflik enam bulan terkait Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberikan respons militer keras terhadap Iran, menyusul serangan rudal dan drone Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 31 Agustus 2026 yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Ancaman ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan AS-Iran yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir.

Eskalasi Konflik AS-Iran

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan, 'Kami akan menghantam mereka dengan keras. Akan ada respons.' Serangan IRGC terbaru menjadi pemicu utama ancaman Donald Trump ini, yang berpotensi memperluas konflik yang berpusat pada persaingan kendali atas Selat Hormuz. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Teheran menanggapi ancaman pembalasan AS tersebut.

Trump dikabarkan telah memerintahkan persiapan militer untuk opsi pembalasan. Peningkatan ketegangan ini menunjukkan perluasan jangkauan serangan Iran ke pangkalan AS di Yordania dan UEA, yang sebelumnya tidak menjadi sasaran langsung. Situasi ini terus dipantau oleh komunitas internasional mengingat dampak potensial terhadap keamanan maritim global.

ENTITAS TERKAIT
Topik: Konflik militer AS-Iran, serangan rudal, ancaman pembalasan, Selat Hormuz
Tokoh: Donald Trump
Organisasi: IRGC
Lokasi: Amerika Serikat, Iran, Yordania, UEA, Washington, Teheran, Selat Hormuz

ARTIKEL TERKAIT