TPNPB mengklaim markas mereka di Puncak Jaya diserang drone militer Indonesia dalam dua gelombang pada 16 dan 19 Agustus, tanpa korban jiwa. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
TPNPB mengklaim markas mereka di Puncak Jaya diserang drone militer Indonesia dalam dua gelombang pada 16 dan 19 Agustus, tanpa korban jiwa. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, diklaim menjadi sasaran serangan drone militer Indonesia. Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayjen Lekagak Telenggen, yang menyebut serangan terjadi dalam dua gelombang pada Minggu (16/8) dan Rabu (19/8).
Serangan pertama berlangsung pukul 06.30 hingga 10.00 WIT dengan sekitar sepuluh unit drone. Serangan kedua dilaporkan terjadi pada pukul 09.19 WIT menggunakan sembilan unit drone. TPNPB mengklaim bom yang dijatuhkan mengenai kawasan markas, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Kerusakan bangunan akibat ledakan dan getaran dilaporkan terjadi di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, klaim TPNPB terkait serangan drone di Puncak Jaya tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun TNI. Peristiwa ini menjadi bagian dari dinamika konflik bersenjata di Papua yang terus menjadi perhatian dalam isu militer dan keamanan nasional.