Iran menyerang kapal tanker milik UEA di Selat Hormuz pada 7 Agustus 2026, memicu kecaman internasional dan ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.
Iran menyerang kapal tanker milik UEA di Selat Hormuz pada 7 Agustus 2026, memicu kecaman internasional dan ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.
Iran melancarkan serangan militer terhadap sebuah kapal tanker milik perusahaan minyak nasional Uni Emirat Arab (UEA) di Selat Hormuz pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kapal yang menjadi sasaran adalah aset yang dikelola oleh ADNOC, perusahaan energi milik pemerintah UEA.
UEA secara resmi mengecam serangan maritim ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Pemerintah UEA menegaskan bahwa tindakan tersebut membahayakan keamanan pelayaran dan stabilitas pasokan energi global.
Arab Saudi menyatakan solidaritas penuh dengan UEA dan menuduh Iran melakukan aksi agresi. Negara tersebut juga menuntut Iran bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari insiden yang kembali memicu ketegangan keamanan di Timur Tengah ini.