Serangan Iran di Yordania memaksa AS menguras stok rudal Patriot dan THAAD, dengan CBO mencatat separuh hingga dua pertiga persediaan pencegat habis sejak Juni 2025, berbiaya hingga 13,1 miliar dolar AS.
Serangan Iran di Yordania memaksa AS menguras stok rudal Patriot dan THAAD, dengan CBO mencatat separuh hingga dua pertiga persediaan pencegat habis sejak Juni 2025, berbiaya hingga 13,1 miliar dolar AS.
Serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania baru-baru ini dinilai secara signifikan menguras stok senjata pertahanan udara milik Amerika Serikat. Militer AS dilaporkan menembakkan sekitar 70 pencegat rudal Patriot dan lebih dari selusin pencegat THAAD untuk meredam serangan tersebut.
Menurut perhitungan Congressional Budget Office (CBO) AS, konflik yang berlangsung sejak Juni 2025 telah menghabiskan sekitar separuh hingga dua pertiga persediaan gabungan beberapa jenis pencegat rudal AS, termasuk Patriot, THAAD, SM-3, dan SM-6. CBO mencatat bahwa penggantian amunisi tersebut diperkirakan menelan biaya hingga 13,1 miliar dolar AS dari total sekitar 21,7 miliar dolar AS amunisi yang perlu diganti.
Eskalasi dengan Iran ini menunjukkan tekanan besar pada stok senjata strategis AS, terutama pada rudal pencegat mahal yang digunakan untuk pertahanan udara. Data tersebut menyoroti kerentanan logistik militer AS dalam menghadapi serangan berkelanjutan dari Iran.