Presiden AS Donald Trump berharap jeda serangan militer ke Iran membuka jalan menuju perdamaian langgeng, didorong oleh permintaan sekutu Timur Tengah yang percaya negosiasi hampir final.
Presiden AS Donald Trump berharap jeda serangan militer ke Iran membuka jalan menuju perdamaian langgeng, didorong oleh permintaan sekutu Timur Tengah yang percaya negosiasi hampir final.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaruh harapan agar jeda dalam operasi militer terhadap Iran dapat menjadi langkah awal untuk perdamaian yang lebih stabil dan berkelanjutan. Pernyataan ini dikeluarkan pada 18 Mei 2026, sebagai perkembangan dari gencatan senjata yang telah diumumkan sebelumnya pada 7 April.
Trump mengungkapkan bahwa dorongan untuk menunda serangan berasal dari beberapa sekutu utama AS di wilayah Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara tersebut meyakini bahwa jalur diplomasi dengan Iran hampir mencapai titik kesepakatan.
“Kesepakatan dengan Iran sudah dekat,” tegas Presiden Trump dalam keterangannya. Ia juga menyebut keyakinan serupa dari pihak mitra mengenai potensi tercapainya kesepakatan damai. Pernyataan ini menandai perkembangan signifikan dalam upaya meredakan ketegangan yang telah berlangsung.