PBB memulai operasi evakuasi bagi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di Selat Hormuz pada 23 Juni 2026, setelah kesepakatan AS-Iran, dengan lalu lintas kapal di kawasan sudah menunjukkan tanda pemulihan.
PBB memulai operasi evakuasi bagi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di Selat Hormuz pada 23 Juni 2026, setelah kesepakatan AS-Iran, dengan lalu lintas kapal di kawasan sudah menunjukkan tanda pemulihan.
PBB memulai operasi besar-besaran untuk mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terkepung di Selat Hormuz. Operasi kemanusiaan yang dipimpin Organisasi Maritim Internasional (IMO) ini dimulai pada 23 Juni 2026, menyusul tercapainya kesepakatan keamanan antara Amerika Serikat dan Iran.
Evakuasi dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan koordinasi intensif antara pemerintah Iran, Oman, Amerika Serikat, dan industri pelayaran internasional. Langkah ini sekaligus menandai pemulihan situasi di selat strategis itu, ditandai dengan lalu lintas kapal komersial yang mulai pulih.
Data terbaru menunjukkan, pada 22 Juni tercatat 36 kapal telah melintasi Selat Hormuz, angka tertinggi sejak konflik militer sebelumnya pecah. Proses evakuasi bertujuan membebaskan ribuan awak kapal yang terdampar sekaligus mengembalikan normalitas pada jalur pelayaran global yang vital ini.