Pangkalan militer AS di Kuwait, UEA, Arab Saudi, dan Bahrain rusak parah akibat serangan Iran, dengan kerusakan pada landasan pacu, radar, pesawat, dan pusat komando. Biaya perbaikan diperkirakan miliaran dolar.
Pangkalan militer AS di Kuwait, UEA, Arab Saudi, dan Bahrain rusak parah akibat serangan Iran, dengan kerusakan pada landasan pacu, radar, pesawat, dan pusat komando. Biaya perbaikan diperkirakan miliaran dolar.
Sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal dan drone dari Iran. Fasilitas yang rusak mencakup landasan pacu, sistem radar, pesawat, serta pusat komando di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Bahrain.
Berdasarkan laporan NBC News, pangkalan yang terdampak antara lain Camp Buehring di Kuwait, Al Dhafra dan Al Ruwais di UEA, Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, serta pangkalan di Bahrain. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur satelit komunikasi dan gudang-gudang logistik.
Perbaikan terhadap kerusakan parah di berbagai pangkalan militer tersebut diperkirakan akan menelan biaya mencapai miliaran dolar AS. Insiden ini menjadi bukti langsung dari intensitas serangan rudal Iran terhadap aset keamanan AS di kawasan.