Latihan militer gabungan AS-Filipina 'Balikatan 2025' dimulai dengan fokus pada pertahanan pulau di sekitar Laut China Selatan, melibatkan lebih dari 16.000 personel.
Latihan militer gabungan AS-Filipina 'Balikatan 2025' dimulai dengan fokus pada pertahanan pulau di sekitar Laut China Selatan, melibatkan lebih dari 16.000 personel.
Latihan militer bersama terbesar tahunan AS-Filipina, 'Balikatan 2025', secara resmi telah dimulai. Latihan ini berfokus pada skenario pertahanan pulau, dengan melibatkan latihan pendaratan amfibi dan penembakan artileri pantai di lokasi-lokasi strategis yang menghadap Laut China Selatan.
Lebih dari 16.000 personel gabungan militer AS dan Filipina berpartisipasi dalam Balikatan tahun ini. Latihan bersama ini secara spesifik dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan wilayah pulau, mencerminkan dinamika keamanan kawasan yang berkembang.
Penekanan pada operasi pendaratan dan penembakan pantai menandai latihan ini sebagai salah satu yang paling kompleks dalam seri latihan tahunan tersebut. Lokasi latihan yang berdekatan dengan perairan Laut China Selatan menjadi sorotan utama, meskipun pihak penyelenggara menekankan latihan ini bersifat rutin dan defensif.