Junta militer Myanmar meluas larangan penjualan pembalut wanita atas dalih pencegahan pembuatan IED, memberatkan akses kesehatan dasar perempuan di tengah konflik.
Junta militer Myanmar meluas larangan penjualan pembalut wanita atas dalih pencegahan pembuatan IED, memberatkan akses kesehatan dasar perempuan di tengah konflik.
Junta militer Myanmar memperluas kebijakan kontroversial dengan melarang penjualan pembalut wanita di sejumlah wilayah. Larangan ini diterapkan atas kekhawatiran aparat keamanan bahwa material dalam produk tersebut dapat dimanfaatkan kelompok perlawanan untuk merakit alat peledak improvisasi (IED).
Kebijakan larangan tersebut menimbulkan kesulitan baru bagi perempuan Myanmar dalam mengakses produk kesehatan yang paling mendasar. Hal ini memperburuk kondisi kemanusiaan di tengah konflik internal yang terus berlangsung. Junta belum memberikan klarifikasi rinci mengenai cakupan wilayah yang terkena imbasnya atau mekanisme penegakan aturan ini.
Insiden ini menyoroti bagaimana strategi keamanan dalam negeri yang diterapkan oleh penguasa berpotensi berdampak langsung pada aspek kehidupan sipil sehari-hari. Kebijakan yang diterapkan pihak berwenang di Myanmar ini dinilai banyak pihak sebagai langkah ekstrem dalam upaya menekan perlawanan bersenjata di lapangan.