Iran menyita dua kapal asing di Selat Hormuz pada Rabu (22/4) sebagai balasan atas aksi blokade AS. IRGC menyatakan gangguan di selat itu merupakan pelanggaran garis merah.
Iran menyita dua kapal asing di Selat Hormuz pada Rabu (22/4) sebagai balasan atas aksi blokade AS. IRGC menyatakan gangguan di selat itu merupakan pelanggaran garis merah.
Iran menyita dua kapal asing di Selat Hormuz pada Rabu (22/4). Korps Garda Revolusi Islam Iran menahan kapal berbendera Liberia Epaminondas dan kapal Panama MSC Francesca karena dugaan pelanggaran maritim. Kedua kapal tersebut kemudian digiring ke perairan Iran.
Aksi penyitaan kapal ini disebut Iran sebagai respons langsung terhadap blokade dan penyitaan kapal yang dilakukan oleh Amerika Serikat. IRGC menyampaikan bahwa setiap gangguan di kawasan Selat Hormuz yang vital itu akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap "garis merah" mereka.
Operasi ini menegaskan kembali ketegangan maritim di jalur pelayaran strategis tersebut. IRGC, sayap militer elite Iran, secara rutin melakukan patroli dan mengawasi lalu lintas di selat yang menjadi pintu masuk bagi sebagian besar ekspor minyak dunia.