AS dan Filipina memulai latihan militer gabungan terbesar 'Balikatan' dalam 10 tahun terakhir, melibatkan 17.000 personel dengan fokus pada latihan pertahanan maritim di Laut China Selatan.
AS dan Filipina memulai latihan militer gabungan terbesar 'Balikatan' dalam 10 tahun terakhir, melibatkan 17.000 personel dengan fokus pada latihan pertahanan maritim di Laut China Selatan.
Latihan militer gabungan terbesar dalam satu dekade antara Amerika Serikat (AS) dan Filipina, dengan nama sandi 'Balikatan', telah dimulai. Lebih dari 17.000 personel militer kedua negara berpartisipasi, dengan fokus kegiatan di kawasan Laut China Selatan.
Skenario utama latihan tahun ini adalah pertahanan teritorial dan perlindungan aset maritim. Latihan ini mencakup manuver penembakan rudal anti-kapal, pendaratan amfibi, serta operasi pertahanan pulau.
Aktivitas ini menandai upaya penguatan aliansi keamanan Manila-Washington di tengat dinamika geopolitik regional. Manuver skala besar di kawasan yang disengketakan ini dipastikan akan menarik sorotan internasional.